DPD LDII Kota Bandung, Dukung Kang Pisman dengan Metode LOSEDA

Bandung, 07 Maret 2020 Program Kang Pisman yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bandung sebagai wujud peduli lingkungan dan Nya’ah ka bandung bukan merupakan selogan saja, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan muntuk menyukseskan program ini. pengelolaan sampah sudah harus di mulai dari masing-masing rumah tangga masyarakat kota bandung.

Teknologi Tradisional yang diberi nama LOSEDA atau Lodong Sesa Dapur (dari Bahasa sunda yang artinya Pipa wadah sisa/sampah dapur), dibuat dari paralon diameter 20cm, dengan tinggi 120 cm, 40 cm-nya dilubangi untuk masuk (ditanam) kedalam tanah, dan yang 80 cm-nya merupakan bagian yang tidak masuk dalam tanah, untuk tempat memasukan sampah.
sampah-sampah organik sisa dapur yangdimasukan ke dalam paralon dicampur dengan air kelapa atau air sisa cucian beras, setelah itu ditambahkan dengan gula merah, campuran-campuran tadi lah yang akan menghancurkan sampah sisa dapur atau sampah rumah tangga sehingga tidak dibuang lagi ke sungai.
dengan loseda ini diharapkan sampah rumah tangga bisa diselesaikan dirumah masing-masing, loseda memiliki keuntungan yang nantinya sisa sampah yang membusuk bisa dijadikan pupuk kompos.

3 Comments on “DPD LDII Kota Bandung, Dukung Kang Pisman dengan Metode LOSEDA”

  1. Alhamdulillah..semoga Warga LDII menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan di kota Bandung sehingga Bandung menjadi kota yang bebas dari sampah..aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *